Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Fi-Literasi

Ketika Jatuh Cinta, Namun Tak Lagi Untukku.

Di sebuah platform sosial mediaku, 2 hari lalu aku mendapat sebuah shoutout anonym , yang pertanyaannya kurang lebih begini, “Jika kamu menyayangi seseorang bahkan tidak bisa berhenti peduli padanya, sedangkan orang itu justru menyayangi 2 perempuan atau lebih dalam hidupnya, kamu akan apa di posisi itu?” Aku berpikir sejenak, menarik napasku berat sebelum menjawab shoutout tersebut, ingatankan berputar pada kisahku dua tahun ke belakang—hingga saat ini, karena saat ini pun aku juga berada dalam posisi serupa. Lucunya, dengan orang yang berbeda. Dua tahun lalu, aku memulai hubungan dengan salah satu partner kerjaku, proses pdkt kami tidak lama, namun aku lupa sejak kapan aku mulai benar-benar menyayanginya, karena yang aku tau, rasa itu hadir karena setiap harinya dia selalu berusaha untuk menumbuhkan rasa sayangku padanya, “ Aku bakal bikin kamu juga sayang sama aku, kek aku yang sayang kamu, ” ucapnya dari seberang telpon sana, iya, kami long distance relationship . Sebenarnya a...

Ramadhan, Lebaran, Juga Nastar yang Tak Sama.

“Halo?” Beberapa tahun belakangan, dua puluh hari pertama Ramadhan aku makan sahur ramai-ramai sama teman, Bay. Terus sepuluh hari berikutnya, sambil nonton ceramah da’i yang lagi ikut lomba di TV sama keluarga aku, makannya juga sambil ngantuk-ngantuk, soalnya kalau di rumah itu kasurnya punya daya tarik berkali-kali lipat dari tempat manapun. Habis sahur terus salat jamaah subuh diimamin Abah aku di musala rumah, terus aku sama adik pasti lanjut tidur sampai siang. “Kamu lagi apa, Bay? Udah buka puasa?” “Disini maghribnya kurang 13 menit lagi,” “Di Malang udah dari 10 menit yang lalu, ini aku lagi buka,” Yang jadi favorit saat buka puasa itu takjil bikinan Ibu aku, tiap hari ganti-ganti terus, kadang es degan ditambah susu, kadang es teler, es buah, kolak pisang, tapi yang paling favorit aku tetep es degan, sih. Soalnya degannya dari pohon samping rumah, yang manjat Abah aku, dulu di rumah ada dua pohon kelapa, sekarang cuma sisa satu. Puas banget balas dendam pas buk...

Allah Tahu, Bahwa Kita Mampu

Banyuwangi, 22 Desember 2017 Sub tema : Merajut dan mengejar mimpi.        Allah tahu, bahwa kita mampu Assalamualaikum wahai remaja muslimah, perkenalkan namaku Lintang Sakinaa, aku adalah salah satu mahasiswi Fakultas Farmasi di salah satu universitas ternama Jawa Timur yang baru saja semester satu. Sama dengan kalian, aku juga memiliki masalah dihidupku, aku juga memiliki impian untuk masa depanku, dan aku memiliki pengalaman di masa laluku. Saat aku masih kelas tiga SMA, hm baru kemarin ternyata. Akupun tidak tahu, sejak patah hati, aku tidak terlalu peduli lagi dengan cinta. Bagiku, cinta tak lebih dari terbang dengan balon udara lalu disayat dengan cakar burung pemangsa, kemudian jatuh dan terluka. Aku pernah merasakan kepedihan saat ditinggal seseorang dan dipaksa pergi oleh orang yang kucintai. Awalnya aku tak menyangka jika cinta remaja rasanya akan separah ini, karena kupikir, semuanya akan berakhir menyenangkan. Lupakanlah sejenak...